Latest Entries »

Sekedar Interupsi

Banyak pemuda yang telah kehilangan arah, mereka berfikir dengan landasan persepsi emosional, menganggap bahwa prinsip adalah koneksi dari persepsi emosional yang  lama menyatu dalam diri, meniadakan pemahaman diri serta menutup mata dari realitas. Di tulisa sebelunya saya telah memahas tentang Realisme dan Realitas. Saat kajian benar-benar dapt difungsikan, saatnya kita mulai dengan wacana umum yang sedang marak diperbincangkan. View full article »

Sebelumnya harus disadari, bahwa Materialisme tidak memiliki hubungan relasional dengan Modernisme. Materialisme adalah salah satu ideology yang menitikberatkan pada eksistensi material, tidak mengakui dan mempercayai hal-hal yang bersifat Non materi, View full article »

Ingat pada saat Tim Nasional Indonesia mengalahkan Kamboja dalam laga terakhirnya di Sea Games pada tahun 2011 kemarin. Sorak sorai dari para pendukung bangsa sangat bergema sampai pertandingan berakhir, dan seketika pada waktu itu nuansa disulap oleh para pendukung bangsa dengan symbol khidmat berwarna merah, suara dari pendukung tim lawanpun tidak bergema karena terharu oleh antusiasme dari para anak bangsa. View full article »

Barangkali—baik disadari maupun tidak, kebanyakan orang di era modern ini telah dipengaruhi oleh sebuah “gerakan akademis” yang sering disebut postmodernism. Yakni sebuah gagasan yang beranggapan bahwapandangan dunia itu subyektif; realitas dan kebenaran itu relatif dan kita (baca: manusia) tidak mungin bisa sampai kepada kebenaran hakiki. View full article »

Dalam era Modern, banyak sekali orang-orang yang merasa bingung dengan apa yang dianggapnya sebagai realitas. Kekurangan pemahaman adalah salah satu faktor penyebab kegelisahan diri. Pandangan dunia yang salah juga bisa dikatakan sebagai kontribusi pada ruang kegelisahan yang ada dalam diri manusia. View full article »

Asparaka dan Menjelang Malam

“Proses menuju kesempurnaan adalah segalanya, segala problema yang merekah itu disebabkan karena adanya harapan realistis yang menghujani hati dan disetujui oleh akal. Hidup bagaikan pedang yang tumpul dan setiap kita adalah penanggung jawab akan tajamnya sang pedang dan menjadi pemain lincah pedang kehidupan dengan harapan mulia nan nyata. Perjalanan setiap yang berakal memang indah apabila disadari dan menguasai keadaan, bukan dikuasai olehnya, karena berapa banyak manusia-manusia bodoh yang hidup mewah dan dikuasai oleh kemewahannya, bahkan dihancurkan oleh kemewahannya. Sungguh harta yang berharga adalah yang bisa menjaga kehormatan pemiliknya”. Itulah syair yang pernah dituliskan olehnya di kertas sederhana di sore menjelang tenggelamnya sang raja siang kala itu. View full article »

Kekeliruan, kerancuan, egoisme dalam berfikir, pemaksaan terhadap kekuatan Logika yang pada dasarnya bukan segala-galanya sepertinya telah menjadi penyakit umat islam saat ini. Kalau dahulu seorang teolog Iran yang bernama Murtadha Muthahari pernah mengatakan bahwa seseorang yang hanya mengandalkan logika dengan mengesampingkan nilai spritual maka dia bukanlah manusia seutuhnya, melainkan hanya seorang filosof kering yang celaka. Dan saat ini keyakinan saya mulai menuju kearah pernyataan Murtadha Muthahari. Banyak terjadi kesalah pahaman, kerancuan, kekeliruan dalam berfikir dan pengambilan langkah yang didasari oleh pemujaan terhadap logika. Pada dasarnya Tuhan menciptakan akal sebagai alat untuk berlogika, dan telah ditetapkan juga suatu hukum bahwa akal dan logika bukanlah segala-galanya, dalam arti, bahwa ada masa ketika akal harus tidak di gunakan lagi, hendaknya untuk beranjak kenilai lain yang lebih tinggi dari akal dan logika. View full article »

Gejolak perubahaan zaman menyebabkan banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada kalangan umat beragama, yang terpenting adalah dalam masalah pemikiran. Para pemikir barat yang menguasai medan kajian senantiasa melakukan berbagai macam propaganda dalam mengeksploitasi sistem pemikiran yang sewajarnya. Dalam keadaan apapun yang terjadi, ajaran Tuhan yang sebenarnya selalu mengandalkan prespektif akal sebagai alat tolok ukur untuk mencapai suatu hakikat, yang tentunya dibantu oleh organ atau indra lainnya yang berjasa dalam eksistensi epistimologi. View full article »

Mungkin ini Cinta

Telah menjadi satu landasan pemikiran, atau bisa dibilang suatu ideologi sederhana, bahwa cinta adalah satu konteks eksistensi yang dapat membahagiakan dan kemudia menyengsarakan setiap pelakunya. Pelaku percintaan atau orang yg mecintai akan semata-mata menganggap bahwa cinta adalah suatu hal yang harus dituntut bagi setiap manusia, dan setelah ia merasakan kegagalan atau akhir yang tidak diinginkan, maka ia akan menyalahkan cinta dan merasa bahwa cinta adalah keterjerumusan.Pada dasarnya pemikiran semacam itu adalah hasil dari kecerobohan manusia, dan keterbatasan pengetahuan dan keyakinan mendasar akan konsep cinta yang telah dipahaminya. View full article »

Tenggelam Bersama Rembulan

Category:    Books

Genre:     Religion & Spirituality

Author:    Tere Liye
nah,ini dia resensi (sekalian numpuk tugas) yang pernah saya janjikan : View full article »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.